CYBERPARE.COM, PAREPARE — Hampir sepekan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare disegel oleh Aktivis HIPMI Pare dan Petugas Kebersihan.
Akibat disegelnya kantor DLH, tak ada armada yang beroperasi yang mengangkut sampah, yang mengakibatkan hampir seluruh sampah warga yang ada di Kota Parepare tak diangkut dan membusuk.
Sekarang ini Parepare ‘Darurat Sampah’ dalam beberapa hari terakhir, tentu Mahasiswa dan Petugas Kebersihan juga mengkhawatirkan Kondisi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Kota Parepare.
Ditambah lagi karena pengaruh cuaca yang sangat berpengaruh terhadap Kesehatan Masyarakat, tentu tidak diinginkan masyarakat Parepare ikut menjadi korban akibat ketidakmampuan pemerintah dalam mengurusi Gaji 29 Petugas Kebersihan yang belum terbayarkan selama sembilan bulan.
Padahal selama ini, mereka yang telah menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk kita tinggali.
“Maka, Mahasiswa dan Petugas Kebersihan akan melepaskan 3 Armada Pengangkut Sampah dan Armada Pengangkut Sampah. Ini akan disiapkan di depan Gerbang Dinas Lingkungan Hidup dalam kondisi tanpa Pengemudi,” kata Tri Suryadi Saputra, Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Parepare. Sabtu, 14/12/2019
Lanjut dia mengatakan, ini adalah bentuk upaya kami dalam membersamai masyarakat, bahwa gerakan yang kami bangun bukan semata-mata untuk memperjuangkan 29 Petugas Kebersihan saja, tetapi gerakan ini upaya untuk menyadarkan pemerintah Kota Parepare
“Khususnya Kepala Daerah bahwa semua element masyarakat Parepare harus hidup sejahtera, termasuk ke 29 orang Petugas Kebersihan yang Selama ini telah melayani Masyarakat,” ujar Tri
Sampai hari ini belum ada kejelasan dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, kapan waktu gaji 29 petugas kebersihan yang tertunggak bisa diselesaikan. (uk)


















