CYBERPARE.COM, PAREPARE – Kota Parepare kembali menorehkan prestasi nasional yang membanggakan. Pada ajang UI GreenCityMetric 2025, Parepare meraih peringkat 3 nasional pada kategori Tata Kelola Air, pengakuan yang menegaskan langkah berkelanjutan kota ini dalam pengelolaan sumber daya air, konservasi, dan layanan air bersih bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam penyelenggaraan UI GreenCityMetric yang digelar pada awal Oktober 2025, sebuah forum nasional yang menilai kinerja kota / kabupaten di seluruh Indonesia berdasarkan enam pilar keberlanjutan: Penataan Ruang dan Infrastruktur; Energi dan Perubahan Iklim; Tata Kelola Sampah dan Limbah; Tata Kelola Air, Akses dan Mobilitas; serta Tata Pamong (Governance). Metodologi dan kerangka penilaian UI yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia menekankan indikator terukur seperti kebijakan pengelolaan air, kualitas layanan, infrastruktur konservasi, serta keterlibatan komunitas dalam pengelolaan sumber daya.
Prestasi ini bukan sekadar label ia adalah cerminan kebijakan yang terstruktur dan upaya teknis yang konsisten. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Parepare menerapkan rangkaian program yang menyasar efisiensi distribusi air, peningkatan kualitas air minum, penguatan jaringan drainase perkotaan, serta program konservasi kawasan tangkapan air. Hasilnya terlihat dari pengurangan kebocoran jaringan, perbaikan sistem pengolahan limbah cair domestik, dan peningkatan cakupan layanan air bersih bagi permukiman padat. Pencapaian ini juga didukung oleh kolaborasi lintas OPD, akademisi, dan masyarakat sipil suatu model tata kelola partisipatif yang mendapat apresiasi pada pengukuran UI.
Secara teknis, kategori Tata Kelola Air pada UI GreenCityMetric menilai aspek-aspek kunci seperti: ketersediaan akses air aman, kebijakan konservasi air, infrastruktur pengolahan air limbah, sistem drainase perkotaan, hingga mekanisme pemantauan kualitas air. Kota yang berhasil menempati peringkat atas umumnya menunjukkan kombinasi kebijakan proaktif, data pemantauan yang andal, dan investasi terencana pada infrastruktur hijau yang menyerap dan menahan limpasan air hujan. Peringkat Parepare sebagai ketiga terbaik nasional pada aspek ini menandakan keberhasilan strategi teknis dan kebijakan yang diterapkan.
Reaksi pemerintah daerah dan masyarakat pun positif. Perwakilan Pemkot Parepare hadir menerima penghargaan tersebut sebuah momen simbolik yang sekaligus menjadi panggilan untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian. Penghargaan ini juga membuka peluang bagi Parepare untuk berbagi praktik baik (best practices) dengan kota lain, mengakses studi banding, serta memperkuat jejaring kolaborasi menuju pengelolaan kota yang lebih tahan iklim.
Namun keberlanjutan bukanlah titik akhir, melainkan proses. Meski berprestasi pada kategori air, tantangan tetap ada: adaptasi terhadap cuaca ekstrem dan perubahan pola hujan, pembiayaan pemeliharaan infrastruktur, serta kebutuhan memperluas literasi publik tentang penghematan dan pemanfaatan air secara bijak. Untuk itu, pengelolaan yang berkelanjutan harus dikombinasikan dengan rencana pembiayaan jangka panjang, agenda pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah, serta sistem pemantauan kualitas air yang terbuka dan berbasis data. Langkah-langkah ini akan memastikan bahwa penghargaan hari ini menjadi fondasi bagi kesejahteraan generasi mendatang.
Kota Parepare kini memegang momentum. Penghargaan UI GreenCityMetric 2025 bukan hanya trofi, tetapi pengakuan atas hasil kerja keras dan ajakan untuk terus berinovasi dari pengelolaan sumber daya air, perbaikan infrastruktur hijau, sampai penguatan tata pamong yang transparan. Jika dipertahankan dan ditingkatkan, Parepare berpotensi menjadi contoh regional tentang bagaimana kota kecil bisa maju dalam agenda pembangunan rendah karbon dan adaptasi iklim tanpa mengorbankan akses publik terhadap layanan dasar. (MR)


















