Pekerja Seni Kampus, Lestarikan Tari Tradisional, Dihari Tari Sedunia 

IMG 20180429 WA0027 - Pekerja Seni Kampus, Lestarikan Tari Tradisional, Dihari Tari Sedunia 

PALOPO, Cyberpare.com — Pentas seni tari dari berbagai tarian khas Sulawesi Selatan, yang digelar pekerja seni kampus dari gabungan sanggar seni kampus di kota Palopo, sulawesi Selatan, Sabtu Malam (29/4/2018) yang digelar di tribun lapangan pancasila, menarik bagi pengunjung. Pentas digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia yang dilaksanakan setiap tanggal 29 April.

Dalam gelaran ini, para pekerja seni kampus, menampilkan tarian khas etnis dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan,  salah satunya adalah Tari Empat Etnis. Tarian ini merupakan gabungan dari 4 etnis terbesar yang ada di Sulawesi Selatan  yakni  Bugis,  Makassar,  Toraja dan Luwu.

Dalam pementasan tersebut, tari empat etnis menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, pasalnya dalam tarian ini menggabungkan seni budaya dari empat etnis dan penari harus memiliki konsentrasi yang baik.

Tari Empat Etnis, nampak terlihat dari pakaian, gerakan, serta musik yang dikolaborasi dalam tarian tersebut. Pakaian adat yang digunakan diwakili oleh masing masing penari,  seperti pakaian adat Bugis, Makasar dan Luwu umumnya menggunakan Baju Bodo dengan menggunakan sarung khas yang disebut Lipa’ Sa’be serta Bando. Sementara Pakaian khas lainnya yakni Toraja, yang ditandai dengan manik manik, Mahkota di Kepala dan Penari menarti diatas gendang. Setiap pergantian tarian, lagu daerahnyapun berganti  sesuai ciri khas etnisnya.

Pementasan tarian etnis khas Sulawesi Selatan sengaja digelar dengan nama Sitammu Rupa yang artinya Bertatap Muka dengan tema satu titik satu dalam karya, yang dimaksudkan  sebagai ajang melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan kepada generasi muda.

“Ini merupakan langkah awal kepada para pekerja seni kampus dari berbagai kampus di kota Palopo untuk menyampaikan pesan budaya kepada masyarakat bahwa pentingnya budaya lokal atau kearifan lokal, untuk tetap dijaga dan dilestarikan,” kata Irwan Iskandar, Ketua Panitia Pelaksana, Minggu (29/4/2018).

Salah satu penari, Putri, yang Melakoni Tari Empat Etnis, mengatakan bahwa tidaklah mudah melakukan tarian itu, meski setiap tarian dari masing masing tarian empat etnis tersebut sudah diketahui namun butuh tenaga,konsentrasi dan kekompakan untuk melakukannya.

“Yang sedikit rumit itu saat berdiri diatas gendang sambil menari, disini harus dibutuhkan kesiapan diri seperti konsentrasi penuh, dan badan harus bugar, agar performance terjaga” ucapnya.

Pementasan Tarian Etnis Sulawesi Selatan, mendapat dukungan dari kalangan pemuda, mereka berharap pemerintah kedepan menaruh perhatian yang lebih besar terhadap pelestarian Seni Budaya di Sulawesi Selatan.

“Di jaman Sekarang ini, banyak tari tradisional sulawesi selatan yang mulai langka dan sama sekali tidak diketahui masyarakat, jadi bagusnya kalau acara seperti ini selalu diadakan, untuk tetap melestarikan budaya khususnya tarian,” tutur Arif.(Amran / Effendy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *