PAREPARE, Cyberpare.com — Parepare terus menunjukkan perkembangannya menjadi kota metropolis. Namun demikian, pembangunan yang dilakukan tidak lepas dari nilai-nilai dan bingkai keagamaan. Ini disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka.
“Kehidupan masyarakat mesti ditandai dengan kehidupan yang religius. Karena itu, Pemerintah Kota sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan keagamaan, agar dapat berbanding lurus dengan pembangunan infrastrukturnya,” kata Hamka melalui via telepon, Minggu (16/9/2018).
Ia menjelaskan, bagi pemerintah, pembangunan keagamaan merupakan salah satu hal yang menjadi prioritas. Alasannya jelas, pembangunan keagamaan akan membentuk insan yang memiliki akhlak dan moral yang mulia.
Pembangunan akhlak dan moral menjadi penting untuk membentuk generasi tangguh di masa depan.
“Berbagai program keagamaan telah dilakukan Pemkot Parepare, diantaranya menaikkan insentif para imam masjid, imam kelurahan, pegawai syara dan umroh imam masjid. Tidak hanya itu, para guru mengaji pun mendapat perhatian dengan menaikkan insentif setiap tahunnya,” jelasnya.
Menurut Hamka, program-program keagamaan ini bakal terus berjalan sebagai upaya dan wujud membentuk masyarakat yang religius.
“Sesuai dengan harapan Pak Walikota, HM Taufan Pawe, menginginkan Parepare dikenal sebagai Kota Santri dan Kota Ulama. Hal ini mesti menjadi warna dalam setiap kehidupan masyarakatnya,” harapnya. (di)


















