banner 728x250

Pencarian Pelajar 11 Tahun Tenggelam di Pantai Lumpue Terkendala Arus Gelombang Tinggi

banner 120x600
banner 468x60

Kordinator TRC BPBD Para pare Erik

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Tim gabungan terdiri dari SAR Batalyon B Brimob Parepare, Polair, BPBD, Damkar, dan Tagana terus melakukan pencarian bocah 11 tahun yang dikabarkan hilang diduga disapu ombak di Pantai Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (20/1/2021) kemarin.

Dari pantauan Cyberpare.com hingga pukul 23.00 Wita, proses pencarian terus dilakukan dengan menyisir sekitaran pantai tersebut, namun belum juga ditemukan. Hingga Tim dari BPBD bersama Damkar Parepare mendirikan tenda di lokasi tersebut.

Saat ditemui, Koordinator TRC BPBD Parepare, Erik, mengatakan, pihaknya baru mengetahui setelah menerima laporan melalui Call Center 112 pada pukul 15.00 Wita. Setelah menerima laporan dia bersama timnya mempersiapkan sejumlah peralatan.

“Kami menurunkan water rescue, diantaranya adalah perahu karet, dayung, pelampung, dan peralatan selam. Ada pun hambatan yang kami alami saat melakukan proses pencarian adalah tingginya gelombang yang berada 1 hingga 2 meter,” katanya saat ditemui di tenda BPBD.

Kerasnya arus gelombang lanjut Erik, perahu karet sulit untuk dikendalikan, namun pihaknya terus melakukan pencarian dengan menyisir di pesisir pantai tersebut.

“Orang tua dari korban sudah kita temui, alamatnya di jalan Pelita. Ada pun perencanaan kami setelah derasnya ombak mulai redah kami lanjutkan proses pencarian. Kami juga mendirikan tenda di lokasi pencarian untuk persiapan datangnya tim SAR dari daerah lain,” ungkapnya, Kamis (21/1/2021).

Sementara, Kasat Sabhara Polres Parepare, AKP Anwar mengatakan, pelajar berusia 11 tahun yang dikabarkan tenggelam akibat terbawa arus ombak.

“Setelah menerima laporan dari warga bahwa ada anak yang tenggelam di Pantai Lumpue. Kemudian kami tindaklanjuti dengan menghubungi BPBD, kawan dari Polair, Brimob yang dikoordinir oleh Kapolsek Bacukiki,” tandasnya.

“Kita lihat di lokasi, ombak sangat tinggi dan arus air kencang, itu yang menjadi kendala. Dengan peralatan yang ada, proses pencarian tetap dilakukan,” tutupnya. (AU)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *