PASANGKAYU, Cyberpare.com — Gerakan Nasional perawat honor indonesia kabupaten pasamgkayu (GNPHI),melaksanakan aksi 234 perawat honor se-kab pasangkayu berjumlah 100 kurang lebih orang yang
hadir di kantor DPRD pasangkayu.
Aksi GNPHI menyuarakan keresahan perawat untuk peningkatan kesejahteraan para perawat honor dan akan diperjuangkan menjadi ASN yang telah bekerja di instansi pemerintah,menuntut melakukan moratorium dan memberi gaji sesuai UMK
Ketika diterima DPRD, aksi dihentikan untuk negoisasi diruang rapat kantor DPRD,Yang dipimpin langsung wakil ketua komisi 1 Ikram,perwakian aksi GNPHI ini di wakili 25 orang untuk herunding serta berdialok, langsung kepada istansi yang terkait seperti BAPEDDA,Kabag Hukum,dan BKD dan dinas kesehatan setempat.
tetapi apa yang mereka lihat perwakilan dari 3 instansi pemerintah daerah tidak hadir,yang hadir hanya kepala dinas kesehatan, pada hal dari kabag humas DPRD sudah menyurati setiap instansi yang terlibat langdung mengenai aksi perawat ini.mereka kecewa dan mengancam untuk mogok kerja.
Korlap Nikson klawu mengatakan kami sudah sampaikan kepada DPRD untuk menyurati instansi yang terkait dengan persoalan ini,tapi instansi tersebut tidak hadir hari ini,kami kecewa karena permasalahan pelayanan itu adalah permasalahan imergenzi,pada hari ini profesi perawat memberi andil besar dalam segi pelayanan dikabupaten ini,sehingga salah satu cara kami akan mogok kerja.
berjumlah 161 honerer perawat rumah sakit dan perawat puskesmas se-pasangkayu berkomitmen mogok kerja apabila tidak Ada dialog antara kami dan pemerintah setempat. terhitung pada hari ini kami mogok kerja sampai pemerintah setempat mau untuk berdialog tentang tuntutan kami ujar Nikson.(Tomy / Effendy)


















