CYBERPARE.COM, PAREPARE — Persaingan industri pencahayaan nasional yang semakin kompetitif mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan daerah. Strategi itulah yang menjadi fokus PT Karya Energi Semesta (KES) berada pada salah satu tenant posisi kiri podium lapangan saat berpartisipasi dalam Festival NIBA.
Melalui ajang tersebut, KES memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan produk pencahayaan unggulannya yang dipasarkan dengan merek Latsa. Berbeda dengan pendekatan penjualan langsung, perusahaan lebih menitikberatkan pada upaya membangun kesadaran merek (brand awareness) sekaligus memperluas jaringan kemitraan di berbagai daerah.
Perwakilan KES familiar di sapa Bunda Ani, menjelaskan bahwa perusahaan merupakan produsen dalam negeri yang terus berupaya memperkuat posisi produk lokal di tengah dominasi berbagai merek pencahayaan yang beredar di pasar. Menurutnya, setiap merek memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri, sehingga edukasi kepada calon pengguna menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran perusahaan.
“Festival seperti NIBA menjadi ruang yang efektif untuk memperkenalkan kualitas dan inovasi produk kepada masyarakat maupun para pemangku kebijakan daerah,” ujarnya.
Dalam menjalankan strategi bisnisnya, KES tidak hanya mengandalkan promosi konvensional. Perusahaan secara aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah, kepala daerah, serta berbagai pemangku kepentingan melalui pertemuan langsung dan keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan lokal.
Pendekatan tersebut terbukti berhasil, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara. Melalui kombinasi antara pembangunan relasi, edukasi produk, dan kehadiran berkelanjutan di berbagai forum daerah, KES mampu membangun basis pasar yang kuat dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap produk-produknya.
Selain melayani pasar domestik, KES juga telah menjangkau pasar ekspor. Untuk membedakan distribusi produk, perusahaan menerapkan sistem kode warna yang membedakan produk untuk pasar dalam negeri dan ekspor. Kendati demikian, standar kualitas yang diterapkan tetap sama, sehingga konsumen memperoleh tingkat mutu yang konsisten.
Ragam produk yang dikembangkan perusahaan mencakup sistem rumah tenaga surya, perangkat pencahayaan untuk kawasan permukiman, taman, hingga berbagai kebutuhan penerangan lainnya yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna. Salah satu pasar yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah Timor Leste, khususnya untuk produk sistem rumah tenaga surya yang dinilai sesuai dengan kebutuhan wilayah tersebut.
Di sektor infrastruktur, segmen Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu lini bisnis terbesar perusahaan. KES menyediakan berbagai spesifikasi lampu dan konstruksi tiang yang dirancang sesuai karakteristik jalan dan kebutuhan pencahayaan di lapangan.
Sebagai contoh, pada proyek penerangan di Jalan Tol Bosowa, perusahaan menerapkan konfigurasi tiang setinggi 11 meter dengan sistem lengan ganda paralel. Setiap tiang dipasang dua unit lampu LED berkapasitas 120 watt, sehingga menghasilkan distribusi cahaya yang optimal untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Keunggulan utama yang ditawarkan KES terletak pada pemanfaatan teknologi LED yang lebih efisien dibandingkan sistem pencahayaan konvensional. Jika teknologi lampu generasi sebelumnya membutuhkan daya sekitar 250 watt untuk setiap lengan lampu atau total 500 watt per tiang, maka teknologi LED yang digunakan perusahaan hanya memerlukan 120 watt per lengan atau sekitar 240 watt per tiang.
Efisiensi tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan konsumsi energi, tetapi juga berpotensi menekan biaya operasional dan pemeliharaan dalam jangka panjang. Secara global, teknologi LED memang dikenal memiliki tingkat efisiensi energi yang lebih tinggi, usia pakai lebih panjang, serta menghasilkan pencahayaan yang lebih optimal dibandingkan teknologi penerangan konvensional.
Partisipasi KES dalam Festival NIBA menunjukkan bahwa penguatan industri dalam negeri tidak hanya bergantung pada inovasi produk, tetapi juga pada kemampuan membangun kepercayaan publik dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap efisiensi energi dan pembangunan berkelanjutan, kehadiran teknologi pencahayaan yang hemat daya menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung transformasi infrastruktur modern di Indonesia.


















