PALOPO, Cyberpare.com — Mengatasi gangguan dalam pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sulawesi Selatan, Kesatuan Brigade Infanteri Para Raider 3 TNI Angkatan Darat, melaksanakan latihan terjun payung di Kota Palopo Sulawesi Selatan Senin Pagi (12/2/2108).
Sebanyak 30 personil peterjun Payung Kesatuan Brigadir Infanteri TNI Angkatan Darat, menghiasi langit Kota Palopo Sulawesi Selatan Senin Pagi. Penerjunan dilakukan dalam tiga kali sesi, disesi ketiga sebanyak dua peterjun payung gagal mendarat dititik pendaratan, satu peterjun nyangkut di tangkai pohon dan satu lainnya nyangkut di kabel listrik. Insiden ini membuat panik warga yang menyaksikan.
Terjun payung dilakukan diatas ketinggian 1.500 meter dari permukaan tanah, sejumlah peterjun mendarat mulus namun tidak menempati titik pendaratan. Dari 30 peterjun hanya satu yang mendarat di titik pendaratan. Aksi terjun payung ini menjadi tontonan warga.
Menurut salah satu peterjun payung, Kopda Adhar, mengatakan bahwa kondisi medan dan varian udara membuat sejumlah kendala dalam melakukan atraksi.
“Kendalanya adalah medan dan varian udara bervariasi, sehingga kami terkendala untuk terjun di titik pendaratan,” ujarnya.
Dandim 1403 Sawerigading Letkol Inf M Imasfy, mengatakan bahwa latihan dilakukan dalam rangka pemeliharaan kemampuan yang dilaksanakan selama 14 hari dan sebagai show force kostrad sebagai cadangan dalam pelaksanaan pengamanan pilkada.
“ Mereka ini adalah masuk dalam cadangan kedua dalam pengamanan pilkada serentak, ini hanya dilaksanakan di wilayah sulawesi selatan khususnya kota Palopo, Luwu dan Toraja,” ungkap Dandim. (Amran / Effendy)


















