banner 728x250

PLN-Orari Parepare Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Pelatihan Terpadu

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap potensi bencana terus digencarkan. PT PLN (Persero) bersama Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Kota Parepare menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Bencana, Senin (19/1/2026), di Kantor PLN UP3 Parepare. Kegiatan ini melibatkan Unit Induk Distribusi (UID) PLN Sulselrabar serta sejumlah pemangku kepentingan kebencanaan daerah.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Parepare yang diwakili Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Abdul Waris Muhiddin. Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya General Manager PLN UID Sulselrabar, Manager PLN UP3 Parepare, Manager PLN Nusantara Power, serta perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Orari Lokal Parepare.pln01

Ketua Panitia Pelaksana, Hari Patriot Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN (Persero) yang pada awal 2026 dipercayakan pengelolaannya kepada Orari Lokal Parepare, khususnya pada sektor mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

“PLN memberikan kepercayaan kepada Orari Lokal Parepare untuk mengelola program penanganan kebencanaan, dengan sasaran utama masyarakat RW 10 Tegal, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare,” ujar Hari.plno2

Menurut dia, sekitar 100 peserta dari berbagai unsur mengikuti pelatihan ini. Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, program CSR tersebut juga mencakup pengadaan sarana pendukung kebencanaan, seperti perahu karet, jaket pelampung, pakaian lapangan, serta perangkat komunikasi tahan air. Dukungan tambahan juga diberikan oleh PT PLN Nusantara Power.

Manager PLN UP3 Parepare, Muhammad Akbar, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun melalui kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi bentuk nyata kepedulian PLN dalam mendorong kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah pesisir dan rawan bencana.pln

Sejalan dengan itu, General Manager PLN UID Sulselrabar Rudiansyah, yang diwakili Senior Manager Ambo Tuo, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapabilitas organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang layanan kedaruratan.

“Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat organisasi kebencanaan serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam penanganan situasi darurat,” ujarnya.

Dalam sambutan Wali Kota Parepare yang dibacakan Abdul Waris Muhiddin, ditekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif saat bencana terjadi. Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya ditentukan oleh kesiapan peralatan, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam membangun jejaring informasi yang cepat dan akurat.

“Saya berharap para peserta tidak hanya menjadi pribadi yang tanggap dan siap siaga, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing—membangun tim siaga, serta menjadi penghubung informasi yang tepat antara masyarakat dan pemerintah,” kata Abdul Waris.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menumbuhkan budaya sadar dan tangguh bencana di Kota Parepare, sejalan dengan upaya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.

Pelatihan diisi dengan sejumlah materi praktis, di antaranya penyelenggaraan dapur umum yang disampaikan Tim Tagana Parepare. Selain itu, Wakil Ketua Orari Lokal Parepare Ambaba Pakkadja memaparkan sejarah dan peran strategis Orari sebagai organisasi sosial yang mandiri, nonkomersial, dan nonpolitik, dengan kontribusi penting dalam komunikasi darurat sejak masa awal berdirinya bangsa.

Melalui kolaborasi ini, PLN bersama Orari Lokal Parepare berharap kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor demi penanganan darurat yang lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif di Kota Parepare. (*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *