PAREPARE, Cyberpare.Com — Polemik Amdal Pembangunan RS Tonrangeng terus memunculkan fakta-fakta baru. Kali ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Parepare, Amir Lolo ikut memberi penjelasan dan mengaku jauh hari sudah menegur Dinas Kesehatan Parepare selaku pemrakarsa.
“Pada Desember 2016 sudah kami sampaikan teguran kepada Dinas Kesehatan selaku pemrakarsa agar pembangunan RS itu dihentikan sampai dokumen lingkungannya selesai,” jelas Amir.
Namun kenyataannya, pembangunan terus dilanjutkan dan dianggarkan. Namun Amir mengaku tidak mengetahui mengapa pembangunannya terus dilanjut. “Yang jelas kami sudah menyampaikan agar pembangunannya dihentikan dulu,” katanya.
Amir menyebut, dokumen lingkungan RS itu baru sampai pada kerangka acuan. Namun dia memberi kelonggaran, jika Amdal tidak selesai maka bisa pakai dokumen evaluasi lingkungan (DELH).
Sementara itu, Kadis Kesehatan Parepare, dr Muh Yamin menyebut pihaknya berkomitmen menyelesaikan dokumen lingkungan RS Tonrangeng. “Kita tetap lanjutkan proses Amdal-nya sesuai aturan, bukan pakai DELH,” ujarnya.
Kejari Parepare juga ikut disorot lantaran TP4D yang mengawal pembangunan, disebut memberi informasi bohong mengenai adanya dokumen Amdal tersebut.
Sebelumnya, protes meluas mengenai polemik Amdal RS ini dan memicu aksi demonstrasi Ormas seperti MPC Pemuda Pancasila, PMII, sejumlah aktivis LSM dan mahasiswa dari PMII, aktivis mahasiswa hingga pengamat hukum ikut menyampaikan protes.
Aksi demo baru-baru ini membuat Kejari Parepare disorot tajam lantaran TP4D yang mengawal pembangunan RS itu, disebut memberi informasi bohong mengenai adanya dokumen Amdal tersebut. (ardi)


















