CYBERPARE.COM, Parepare – Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Partai Demokrat Kota Parepare, Rahmat Sjamsu Alam, SH, mengapresiasi Bapak Gubernur Sulsel, H.M. Nurdin Abdullah M.AG.r, terkait akan mengisolasi para penumpang kapal yang mudik dan turun dari Samarinda dan Nunukan.
Rahmat Sjamsu Alam, SH, saat ditemui Wartawan ini di rumah jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Parepare menyampaikan, Partai DPC Demokrat Kota Parepare sangat mengapresiasi Gubernur Sulsel Prof. H.M. Nurdin Abdullah, M.AG.r, ketika melakukan kunjungan ke Parepare. Ia dihadapan Walikota Parepare DR. H.M. Taufan Pawe, SH.MH., menyampaikan bahwa akan melakukan karantina secara bertahap terhadap Pemudik yang datang melalui Pelabuhan Nusantara selama 14 hari.
Rahmat Sjamsu Alam menyampaikan, Parepare termasuk rawan Virus Corona Covid-19, karena kota ini memiliki pelabuhan tempat turunnya penumpang dari Kalimantan dan Nunukan.
” Semua pihak terkait stakeholder di Pelabuhan Nusantara kota Parepare, telah melakukan pencegahan untuk memutus mata rantai Virus Corona Covid-19. Mereia telah melakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan dan memeriksa suhu badan setiap penumpang yang turun dari kapal,” kata Atto sapaan akrab putra mantan Walikota Parepare H. Sjamsu Alam ini.
Menurut Ketua Demokrat Parepare ini, meski ada upaya dari pihak Pelabuhan Parepare bersama stakeholder untuk mencegah penyebaran virus corona itu, namun itu belum menjamin pelabuhan belum cukup steril. Sehingga kedatangan gubernur mempertegas bahwa akan mengisolasi atau mengkarantina penumpang yang turun dari kapal selama
14 hari lamanya.
Tindakan gubernur itu, lanjut Atto, adalah memikirkan keselamatan seluruh masyarakat Sulsel sebab Pelabuhan Parepare merupakan salah satu pintu masuknya orang ke Sulsel. Sehingga tindakan mengkarantina bertahap semua penumpang kapal laut dan turun dari pesawat yang turun di Bandara dan di Pelabuhan di Sulsel, sebagai langkah positip dari gubernur. Para penumpang ini disiapkan tempat isolasi atau karantina selama 14 hari. Kemudian setelah dinyatakan sehat, baru disuruh untuk pulang kampung. Sedangkan bagi yang ada gejala terpapar Covid-19 langsung diisolasi khusus.
“Meskipun dinyatakan sehat setelah di isolasi karantina selama 14 hari, namun mereka tetap terus dipantau di daerah tujuan akhir,” kaata suami Hj Faridah ini.
Rahmat mengatakan, Pemerintah Sulsel maupun daerah setempat meminta kepada lapisan seluruh masyarakat Sulsel mewaspadai Penyakit Virus Corona Covid-19, karena ini sangat berbahaya sekali. Ia juga menjelaskan, segala hal yang muncul dalam program isolasi atau karantina pemudik ini termasuk biaya ditanggung bersama Pemerintah Parepare dan Pemerintah Sulsel.
Rahmat mengharapkan, kalaupun diadakan isolasi, kami harap pengprov sulsel dapat mencari yang jauh dari lokasi pemukiman dan benar dapat menjamin keselamatan warga.
Kemudian ia mengharapkan kepada Seluruh Masyarakat Sulsel untuk berkomitmen kuat mensupport Bapak Gubernur Sulsel, karena semua ini untuk keselamatan, masyarakat Sulsel.
“Kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Parepare hendaknya meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyakit Covid-19, yang paling mematikan dan paling menular,” pesan Rahmat. (Ishk/takdir.)


















