Laporan : Ardiansyah
PINRANG, Cyberpare.Com — Bupati Pinrang dua periode Andi Aslam Patonangi, meminta kepada jajarannya agar tidak larut dan takabbur apalagi menyombongkan diri atas anugerah penghargaan tertinggi Pemerintah RI, Parasamya Purna Karya Nugraha, yang diraih Pemerintah Kabupaten Pinrang, yang dianggap berhasil melaksanakan pembangunan dalam kurun lima tahun.
Justru dengan penghargaan itu, kata dia, jajaran pemerintah daerah seharusnya lebih meningkatkan lagi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. “Tetap rendah hati dan tidak jemu-jemunya melayani masyarakat. Boleh berbangga dengan penghargaan yang diraih, tapi jangan takabbur dan sombong,” ujar Andi Aslam, disela-sela sambutannya pada upacara di Halaman Kantor Bupati Pinrang, Senin (13/11/2017).
Aslam menilai, anugerah Parasamya Purna Karya Nugraha merupakan totalitas kinerja dari semua komponen yang bersinergi dengan kolaborasi kerja kolektif.
Dia memaparkan, sejak periodenya sebagai Bupati, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Pinrang 2016 telah mencapai Rp 14 Triliun dan itu uang yang telah beredar di Pinrang, sedang pendapatan perkapita Rp 40 juta dari 400 ribu lebih penduduk Pinrang.
“PDRB tidak akan meningkat tanpa ditunjang infrastruktur yang memadai dan saat ini pemerintah daerah terus membangun infrastruktur jalan sampai ke pelosok hingga ke pegunungan,” terangnya.
Piagam penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha diantar regu Pataka alumni STPDN yang bertugas di Pinrang yang diserahkan kembali kepada Bupati Pinrang dalam upacara penerimaan yang dihadiri Wakil Bupati Pinrang Muh Darwis Bastama beserta isteri, Ketua Tim Penggerak PKK Andi Dewiyani Aslam, Ketua DPRD Pinrang Bahran Jafar, unsur Muspida, Sekda Pinrang Syarifuddin Side, para Pimpinan OPD serta para Camat dan Lurah.
Selanjutnya, Piagam Penghargaan ini akan diarak ke seluruh Kecamatan dan akan berakhir di Rumah Sakit Pratama Bungi Kecamatan Duampanua yang akan diresmikan Bupati Pinrang, Selasa (14/11/2017) besok.
Parasamya Purnakarya Nugraha, hanya diberikan kepada 3 daerah se-Indonesia, yakni Pemkab Pinrang Sulawesi Selatan, Pemkab Bantul Yogyakarta dan Pemkot Samarinda Kalimantan Timur. (*)


















