PAREPARE, Cyberpare.com — Botol dan plastik bekas merupakan sampah yang sulit untuk terurai dan dapat mengotori lingkungan, disisi lain tingkat produksinya terus meningkat. Eco-brick merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi sampah plastik tersebut.
Apalagi saat ini Indonesia menyandang predikat terbesar kedua sebagai penghasil sampah. Sehingga dibutuhkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya penanganan limbah khususnya limbah plastik yang tidak dapat dihindari dari kehidupan kita.
Ahmad kepala sekolah SD PT Pasangkayu mengatakan melakukan pun ikut serta dalam melakukan kegiatan ramah lingkungan bertajuk gebyar Eco-Brick. Sekitar kurang lebih 400 eco-brick atau yang kita kenal dengan bata ramah lingkungan mampu dihasilkan oleh seluruh warga sekolah khususnya para pelajar.
Bata ramah lingkungan ini selanjutnya akan dimanfaatkan untuk membuat meja dan kursi. Gebyar eco-brick ini diselenggarakan dalam rangka mengejar target untuk meraih predikat sekolah adiwiyata mandiri,
Kepala SD PT Pasangkayu Ahmad mengatakan kegiatan gebyar Eco-Brick merupakan salah satu upaya sekolah untuk menuju program sekolah adiwiyata mandiri. SD PT Pasangkayu juga berupaya untuk menciptkakan sekolah ramah lingkungan dengan memperbanyak menanam tanaman hijau di lingkungan sekolah.
“untuk meminimalisir jumlah sampah plastik yang berserakan di lingkungan sekolah, ada baiknya kami melakukan kegiatan ramah lingkungan. Sampah-sampah plastik tersebut kami kumpulkan menjadi eco-brick kemudian selanjutnya akan dijadikan meja dan kursi. Rencananya banyak eco-brick yang akan kami buat, oleh karenanya kami akan coba lanjutkan program ini di setiap hari sabtu,” Ujar Ahmad ketika ditemui di kantor SD PT Pasangkayu
Dalam kegiatan tersebut, sampah-sampah plastik yang ada disekolah dikumpulkan dan dimasukkan kedalam botol plastik bekas. Agar menjadi eco-brick yang kokoh, sampah plastik tersebut dimasukkan kedalam botol hingga padat.
Botol yang digunakan adalah botol berukuran 1,5 liter dan diisi sampah plastik sekitar 500-700 gram. Selanjutnya, botol-botol yang berisi sampah plastik dirangkai sesuai keinginan dengan direkatkan menggunakan lem silicone atau isolasi.
Ahmad menyebutkan kegiatan tersebut terselenggara guna meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya mengolah sampah. Ahmad pun mengajak seluruh warga SD PT Pasangkayu untuk menjadikan sampah sebagai sahabat agar nantinya mereka dapat mengolah sampah secara bijak. (Tomy / Eff)


















