CYBERPARE.COM. PINRANG. Muara Labili-labili mendapat sorotan masyarakat yang melintasi jalan poros Kabupaten Pinrang – Kota Parepare karena terlihat semakin menyempit. Aktivitas penimbunan untuk mereklamasi pertemuan Sungai Labili-labili dengan laut perairan Parepare itu kelihatannya tak pernah henti-henti.
Daerah bantaran sungai yang dekat Jembatan Labili-labili sudah sebahagian besar tertimbun yang dulunya empang tertimbun dan meluas mengambil area laut. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena kegiatan reklamasi yang dinilai liar itu tak ada teguran dari pemerintah setempat. Seakan-akan penimbunan muara sungai itu dibiarkan saja oleh Pemda Pinrang.
CYBERPARE.COM, Kamis (31/10) menyempatkan diri singgah lokasi tersebut terlihat penimbunan semakin luas. Bukan saja, empang warga sudah habis tertimbun bahkan masuk area perairan.
Tayeb, salah seorang warga setempat menyebutkan, lahan empang itu dulunya milik H. Edy kemudian dibeli H. Sahabu. Tapi ia tidak tahu, lokasi penimbunan itu nantinya akan dijadikan apa.
H. Sahabu ini diketahui adalah salah seorang pengusaha beras yang membangun gudang di perbatasan Pinrang – Parepare. Bangunan gudang itu mengambil area pesisir pantai juga pernah dipermasalahkan karena menimbul laut. Tetapi penimbunan dan pembangunan gudang tetap berlanjut meski lokasi itu pernah di-policeline. (takdir)


















