NUNUKAN, CYBERPARE.Com, —Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pantas) Malaysia – Indonesia (Malindo) di wilayah Provinsi Kalimabtan Utara, berganti pasukan. Pergantian ini berlangsung hikmad di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Nunukan, Jumat (05/07/2019).
Satgas Pamtas Malindo, selama ini diemban pasukan dari Bataliyon Infantri 613 Raja Alam, digantikan oleh pasukan dari Bataliyon Infantri Raider 600 Modang selama sembilan bulan ke depan.
Acara penyambutan dan pelepasan Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia tersebut, mengundang perhatian masyarakat luas dengan adanya spanduk ucapan; Selamat Datang Prajurit Batalion Infantri (Yonif) 613 Raja Alam dari medan perbatasan Malindo dan ucapan Selamat jalan – bagi Prajurit Batalion Infantri (Yonif) 613 Raja Alam yang telah bertugas di perbatasan Malindo di Kabupaten Nunukan.
Acara pergantian dan serah terima pengamanan perbatasan Indonesia – Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara tersebut berlangsung meriah, di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Jumat pagi tadi.
Bertindak selaku inspektur upacara Komandan Komando Resor Militer 091 Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Widi Prasetijono dan Dihadiri Bupati Nunukan dan sejumlah pejabat TNI, Polres Nunukan dan instansi vertikal lainnya.
Komandan Korem 091/ASN selaku Komandan Komando Lapangan Operasi Satgas Pamtas meminta prajurit Satgas Pamtas Yonif Raider 600/MDG agar benar-benar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan perintah atasan.
Sebanyak 450 prajurit dari batalion yang bermarkas di Balikpapan Kaltim ini akan menempati 25 pos perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kabupaten Nunukan. Mulai dari Pulau Sebatik hingga Kecamatan Krayan perbatasan dengan Negeri Sarawak Malaysia.
Widi mengajak prajuritnya agar senantiasa menjaga diri dan secepatnya beradaptasi dengan masyarakat tempat penugasannya.
Ia juga menegaskan, seorang prajurit terutama penugas negara di wilayah perbatasan harus mampu memberikan nilai positif dalam menjaga pertahanan dan keamanan serta kepentingan masyarakat.
Pada kesempatan itu, ia bahkan menitipkan tujuh pesan penting yakni meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan yang mahaesa sesuai agama dan kepercayaannya, menjaga martabat diri dan satuan berlandaskan sapta marga dan sumpah prajurit,.
Lalu, prajurit juga harus mampu mencermati setiap perubahan situasi lingkungan sekitar dengan cepat melaporkan kepada atasannya, pahami dan kuasai tugas masing-masing, segera beradaptasi dengan lingkungan tugas termasuk memahami bahasa dan adat istiadat masyarakat.
Selain itu, Komandan Korem 091/ASN ini menghimbau, jangan pernah ragu dalam bertindak sepanjang berada pada koridior yang digariskan, tanamkan jiwa korsa yang tinggi, soliditas dan solidaritas.
Sebanyak 450 prajurit dari Batalion Raider 600/MDG tiba di Kabupaten Nunukan dengan menggunakan KRI Teluk Hading dengan nomor lambung 538.
Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid yang hadir pada serah terima pasukan pamtas ini mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas untuk prajurit dari Batalion Raider 600/MDG.
Ia pun mengatakan, pergantian pasukan pamtas ini merupakan rutinitas setiap sembilan bulan menjaga kedaulatan negara di daerahnya.
Mengenai lambatnya pergantian Satgas Pamtas kali ini dari prajurit Yonif 613 Raja Alam kepada Yonif Raider 600 Modang karena kemungkinan berkaitan dengan pelaksanaan pesta demokrasi pilpres dan pileg.
Sedangkan Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 600/MDG, Mayor Inf Ronald Wahyudi menyampaikan, segera menyebarkan prajuritnya pada pos-pos perbatasan Indonesia-Malaysia untuk sembilan bulan ke depan. (Anto/pcl/cyberpare).


















