banner 728x250

Sekilas Teknologi Inseminasi Buatan (IB) Perkawinan Sapi

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM,PAREPARE, —
Kemajuan tekhnologi di sektor peternakan sapi yang semakin maju
dengan cara Inseminasi Buatan (IB)
dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas para peternak sapi.

Sebagaimana dijelaskan Drh Andi Yulianti Hatta Kepala Bidang Peternakan Dinas PKPK saat ditemui di Mangngimpuru Kelurahan Watang Bacukiki Kecamatan Bacukiki, Selasa (21/01/2020).

Andi Yulianti Hatta lebih jauh mengemukakan bahwa, Perkawinan hewan ternak sapi tidak lagi harus bergantung pada proses perkawinan secara alami.

Perkawinan alami disamping membutuhkan waktu yang lama, juga hasil yang kurang maksimal.

Tetapi dengan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun.

“Melalui cara IB masa kehamilan/bunting selama sembilan (9) bulan dan sudah dapat diketahui jenis kelamin yang dikandungnya”, terang Yulianti.

Untuk mencapai hasil yang maksimal tentu beberapa faktor yang harus dipertimbangkan.

Mulai dari bibit sperma sapi jantan unggul dan sehat, sapi betina juga harus sehat, serta timing atau masa penyuntikan harus tepat.

Adapun untuk bibit sperma yang terbaik sementara ini misalnya dari Purwakarta, Bali, dan Pasuruan.

Oleh karena itu, inseminasi buatan (IB) bisa menjadi solusi pada daerah yang kekurangan sapi jantan.

Seperti halnya peternak sapi yang ada di Mangngimpuru, saya apresiasi sebab paling cepat dapat menyesuaikan dan mengadopsi menerapkan jika ada teknologi pada sektor peternakan.

“Harapan saya semoga teknologi ini dapat diterapkan di semua tempat/lokasi peternakan yang ada di Kota Parepare”, harap Yulianti.

(Jamal)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *