CYBERPARE.COM,PAREPARE– Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Parepare mengklaim harga kebutuhan pokok di daerah tersebut masih relatif stabil.
Namun klaim itu berbeda dengan keluhan sebagian warga yang mengaku harga beras eceran mengalami kenaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan Disdag Parepare periode 25 Juni hingga 3 Juli 2026, dari 14 komoditas yang dipantau tidak ada yang mengalami kenaikan harga. Hanya komoditas tomat yang mengalami penurunan harga.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Andi Wisna, mengatakan harga sejumlah komoditas utama seperti minyak goreng curah, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, ikan cakalang, daging sapi, beras medium, dan beras premium berada dalam kondisi stabil.
“Laporan dari tim Disdag terakhir hari Jumat, harga masih stabil,” ujar Andi Wisna, Ahad (5/7/2026.
Dalam laporan tersebut, harga tomat tercatat turun bertahap dari Rp18.700 per kilogram pada 25–26 Juni menjadi Rp13.000 per kilogram pada 3 Juli. Disdag menyebut penurunan dipicu oleh melimpahnya stok dan menurunnya permintaan. Secara keseluruhan, rata-rata penurunan harga tomat mencapai 4,4 persen.
Di sisi lain, warga di tingkat eceran mengaku terbebani kenaikan harga beras. Rahma, warga Parepare, mengatakan harga beras medium kemasan 5 kilogram yang biasa dibelinya naik dari Rp68.000 menjadi Rp73.000.
“Harga beras naik lagi menjadi Rp73 ribu. Sebelumnya saya beli Rp68 ribu untuk kemasan 5 kilogram, jadi naik Rp5 ribu,” kata Rahma,
Adanya perbedaan data pemerintah dan harga di lapangan ini diduga dipengaruhi perbedaan lokasi pemantauan, merek, kualitas, maupun jenis beras yang dijual.
Masyarakat berharap pemerintah terus melakukan pengawasan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok agar tidak membebani daya beli warga.(*)


















