PAREPARE,Cyberpare.com –Syamsuddin, Koordinator Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Kota Parepare, mengaku sudah menelan manis pahitnya pertumbuhan terbentuknya TKBM di Pelabuhan Kota Parepare. Ia melihat dan ikut merasakan Pertumbuhan Aktifitas buruh, mulai dari awal hingga saat ini disebut TKBM.
Sejak 1972 Usai tamat dari Sekolah Menengah Atas, karna kurangnya job kerja, Saya ikut menjadi buruh panggul di Pelabuhan Kota Parepare yang saat itu masih disebut Bupel (Buruh Pelabuhan) dari sebutan itu beberapa tahun kemudian Bupel dirubah lagi menjadi Bupelta (Buruh Pelabuhan Terdaftar) lalu tak lama kemudian, seiring Pertumbuhan dan perkembangan Usaha Perkumpulan Buruh dirubah lagi menjadi Usaha Karya, beberapa tahun kedepannya lagi Asosiasi Pekerja Buruh, digabung dalam Yayasan Usaha Karya yang kemudian dikelola dalam Usaha Koperasi sejak 1989.
Selama kurang lebih 46 tahun ini, Mandor Syamsuddin, melihat dan menyaksikan Perkembangan Buruh di Pelabuhan Nusantara.
Karena pengalamannya di Pelabuhan, Mandor Syamsuddin, sering diutus mengikuti kegiatan Wadah Pekerja Buruh di Luar Provinsi, Seperti di Cisarua Kab.Bogor Jawa Barat, beberapa tahun lalu, Ia juga pernah mengikuti Study perbandingan di Makassar dan semua kegiatan Pelatihannya itu dibuktikan dengan Sertifikat yang diterimanya dari Instansi Terkait.
Mandor Syamsuddin, yang kurang lebih 46 Tahun terakhir beraktifitas di Pelabuhan ini, mengaku sekitar 500 an TKBM di Pelabuhan Parepare.
Pasca, Perubahan Struktur Pengurusan Koperasi TKBM di Pelabuhan Parepare, hingga dikuranginya peran Koordinator TKBM, Syamsuddin menilai, ada Beberapa item yang dikelola TKBM tidak secara transparan di Kelola Ketua Koperasi TKBM yang baru, Termasuk pembagian seragam Buruh yang kini ditata ulang.
“Ketua Koperasi yang baru seharunya hanya mengelola Administrasi TKBM, bukan Memecat TKBM karna yang ingin diwadahi adalah Personil TKBM itu sendiri” Ungkap Mandor Syamsuddin. (Effendy)


















