MAKASSAR, Cyberpare.Com — Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Mafia Hukum yang tergabung dalam Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) Jaringan Aktivis PRODEM Sulsel, SPMN Makassar dan GAPEMNAS, menggelar aksi demonstrasi di Mapolda Sulsel, Senin (8/1/2018).
Mereka mendesak penyidik Polda Sulsel menuntaskan kasus dugaan korupsi pohon ketapang kencana yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 9,3 milyar.
Para demonstran diterima langsung penyidik yang menangani kasus korupsi pohon ketapang kencana tersebut.
Dalam orasinya, Ketua Komite Pusat GRD, Andi Etus Mattumi, meminta secara tegas kepada pihak Polda Sulsel segera menuntaskan kasus dugaan korupsi pohon ketapang kencana.
Mereka pun meminta penyidik agar menghadirkan saksi ahli dalam penanganan kasus ini sesuai KUHAP pasal 184 ayat 1. “Kami tidak percaya lagi dengan BPKP, dikarenakan banyak hasil audit dugaan korupsi oleh BPKP yang tidak ada kerugian negaranya, padahal sebelum melaporkan dugaan korupsi, pasti ada kerugian negara yang mendasari pelaporan tersebut,” tegas Andi.
Amar Anggriawan Asis selaku Jenderal lapangan dalam aksi ini, menegaskan pengawalan kasus ini adalah bukti konsistensi mereka terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, terkhusus Pemkot Makassar lantaran banyaknya program Pemkot yang dinilai tidak pro terhadap rakyat dan hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu.
Hal senada dikatakan koordinator PRODEM Sulsel, Chonel. Dia mengkritisi banyaknya indikasi dugaan korupsi di tubuh Pemkot Makassar merupakan bukti tidak efektifnya program Pemkot sehingga terjadi pemborosan uang negara. (*)


















