PAREPARE, Cyberpare. VOm — Abidin seorang Kakek 81 tahun warga, jalan Taebe, Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, hanya tinggal di gubuk berukuran 5×5 meter, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Gubuk Abidin, terbuat dari potongan kayu jati, yang ia pungut di kebun tetangga sekitar rumahnya. Karena usianya Abdullah tak lagi diikutkan bekerja sebagai kuli bangunan. Tak bekerja Abidin hanya bisa mengharap bantuan makanan dari tetangga sekitar rumahnya.
“ Lima tahun lalu, saya tidak dikutkan lagi bekerja dari teman teman kuli bangunan, karena sudah dinilai lamban. Tak ada lagi penghasilan untuk menghidupi diri sendiri, “ Jelas Abidin, saat ditemui di rumahnya,Seni (03/9/2017).
Terus terusan dibantu tetangga, Abidin juga menjadi tidak enak hati. Abidin rencananya akan menjual sayuran di pasat tradisional Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Untuk modal usaha menjual sayuran, Abidin rencananya akan menjual alat pertukangan saat masih menjadi kuli bangunan.
“ Saya rencananya menjual alat tukang, seperti sendok, gergaji, palu dan alat pertukangan batu lainnya untuk modal usaha. Andai saya pak Presiden Jokowidodo bisa membantu saya modal usaha menjuak sayur, pasti saya bisa menghidupi diri sendiri, “ Harap Abidin.
Sebenranya , di rumah Abidin bersama anak menantu bernama Anti dan empat orang cucu. Namun karena gubuknya tidak bisa lagi memuat cucu cucunya yang mulai tumbuh besar dan mantunya bekerja di tempat pembuatan batu bata di luar kota. Mantu Abidin, Anti mambawa anak anaknya di tempat ia bekerja untuk membantu dirinya membuat batu bata.
“ Hari ini saya datang membawa makanan untuk bapak. Dulunya saya tinggal bersama bapak mertua saya Abdin,namun karena saya bekerja pada pembuatan batu bata di luar kota, jadi saya tinggal di tempat kerja saya sekarang. “ Kata Anti. Kata Anti, dirinya sudah mulai menabung uang dari hasil bekerja di pabrik batu bata, untuk modal usaha ayah mantunya tersebut. Hanya saja karena gajinya hanya untuk dimakan, tabungan untuk usaha sang bapak mertua, tak juga kunjung cukup.
“ Modal Rp. 300 ribu,mungkin bapak sudah bisa menjual sayuran di pasar,sayang gaji saya kecil,dan tabungan saya belum juga cukup, “Kata Anti sambil berlinang air mata.


















