PAREPARE, Cyberpare.com — Parepare merupakan kota terbuka dan multietnis, sejak dahulu kota ini telah menjadi jantung perdagangan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Dengan mengandalkan Pelabuhan Nusantara menjadi pintu keluar masuknya pedagang dan barang, bahkan dari daerah lain.
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, menjelaskan, Parepare merupakan daerah yang mengandalkan sektor jasa dan niaga, sebagai kota industri tanpa cerobong asap.
“Sebahagian besar masyarakat Kota Parepare hidup dari kegiatan bisnis usaha kecil dan industri rumah tangga, hingga industri berskala menengah,” katanya.
Upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, lanjut dia, langkah yang diakukan adalah menghadirkan banyak telapak kaki di Kota Parepare.
“Dalam membangun Kota Parepare, saya selalu menggunakan teori telapak kaki,” ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak orang berkunjung di Parepare, maka kota ini tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi sebuah kota tujuan.
Berbagai proyek prestisius dibangun, dan telah menjadi ikon kota yang diharapkan mampu menjadi magnet untuk menarik masyarakat, baik dari Kota Parepare maupun dari daerah sekitaran kota Parepare.
“Ini kita lakukan untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kota Parepare,” katanya.
Ia mengatakan, Kota Parepare merupakan wilayah yang strategis, dan dapat menjadi penyanggah ekonomi daerah-daerah lainnya di utara Sulawesi Selatan.
Selain itu, Parepare sebagai Kota pelabuhan memiliki keunggulan tersendiri khususnya dalam dunia kepariwisataan.
“Sejumlah kapal pesiar internasional sering bersandar di Pelabuhan Parepare, tentunya hal ini merupakan keuntungan dari segi ekonomi,” katanya.
“Kota Parepare tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, sehingga harus memperkuat diri sebagai kota jasa dan niaga,” bebernya. (di)


















