CYBERPARE.COM, PAREPARE- Hujan deras yang mengguyur wilayah Mallusetasi, Kabupaten Barru, sejak Minggu siang menyebabkan genangan air cukup tinggi di sejumlah ruas jalan utama. Salah satu titik terparah terjadi di Jalan Poros Trans Sulawesi, tepat di depan Kantor Koramil 1405/05 Mallusetasi, RT 01 Padang Pobbo dan RT 04 Jalange, yang sempat lumpuh akibat banjir setinggi lutut orang dewasa.
Di tengah derasnya hujan dan padatnya arus kendaraan arah Makassar–Parepare, sejumlah personel Babinsa Koramil 1405/05 Mallusetasi turun langsung ke lapangan membantu mengatur arus lalu lintas yang tersendat. Tindakan cepat itu dilakukan guna menghindari kecelakaan dan memastikan keselamatan warga pengguna jalan.
“Kami langsung turun membantu warga begitu melihat arus kendaraan tersendat akibat air meluap di jalan. Fokus utama kami menjaga keselamatan pengendara dan kelancaran lalu lintas,” ujar salah satu Babinsa yang bertugas di lokasi, dikutip dari laporan Pendim 1405 Parepare.
Berdasarkan pantauan BMKG Wilayah IV Makassar, wilayah Barru, Parepare, dan Pinrang memang tengah berada dalam peringatan dini potensi cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi disertai angin kencang dan petir berpotensi memicu banjir genangan di area dataran rendah dan sekitar jalur lintas provinsi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah-daerah yang memiliki sistem drainase belum optimal. “Curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini merupakan dampak dari anomali suhu muka laut di perairan barat Sulawesi Selatan yang cukup hangat,” jelas Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Makassar, saat dikonfirmasi media pada Senin pagi.
Tidak hanya membantu mengatur arus lalu lintas, Babinsa bersama aparat kelurahan dan masyarakat juga terlihat menyingkirkan ranting dan sampah yang terbawa arus, yang menyumbat saluran air di sekitar jalan.
Langkah kolaboratif ini berhasil mempercepat surutnya air, dan sekitar pukul 21.30 WITA, genangan mulai menurun. Lalu lintas kembali normal meski petugas tetap berjaga di lokasi hingga malam hari.
“Ini adalah bentuk pengabdian Babinsa di tengah masyarakat hadir, tanggap, dan siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Danramil 1405/05 Mallusetasi, dalam keterangannya.
Banjir di jalur strategis Trans Sulawesi tersebut sempat menyebabkan antrean panjang kendaraan dari dua arah hingga beberapa kilometer. Beberapa kendaraan roda dua dilaporkan mogok akibat terendam air.
Pemerintah setempat melalui BPBD Barru juga telah menyiagakan personel di titik-titik rawan, termasuk di Padang Pobbo, Jalange, dan Tanete Rilau, guna memastikan kondisi tetap terkendali apabila hujan deras kembali turun.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Barru dikabarkan tengah meninjau sistem drainase di jalur nasional tersebut untuk memastikan tidak terjadi penyumbatan di saluran pembuangan utama.
Kehadiran Babinsa di tengah bencana kecil seperti ini menjadi cermin kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan.Kepedulian dan tanggap darurat yang ditunjukkan personel Koramil 1405/05 Mallusetasi mendapat apresiasi dari warga setempat.
“Kami sangat terbantu. Kalau bukan Babinsa yang turun, mungkin macetnya bisa sampai berjam-jam,” tutur Suhardi (45), warga Padang Pobbo yang saat itu melintas menuju Parepare.
Hingga Senin pagi, kondisi Jalan Poros Trans Sulawesi dilaporkan sudah kembali normal, namun aparat gabungan masih melakukan pemantauan intensif terhadap perubahan cuaca.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat berkendara di malam hari dan segera menghindari jalur rendah apabila hujan deras kembali turun.
Langkah cepat Babinsa Mallusetasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, aparat pemerintah, dan masyarakat adalah kunci utama menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang kini semakin tidak menentu.(*)


















