banner 728x250

TP-NAS Golkar Bilang Hanya Asumsi

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.Com — Menyikapi pemberitaan di sejumlah media, terkait figur birokrat yang disebut cocok dan lebih pantas mendampingi petahana HM Taufan Pawe (TP) yang diusung partai Golkar, membuat “risih” di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ketua Harian DPD II Partai Golkar Parepare Kaharuddin Kadir menyebut, bahwa figur calon Wakil Walikota yang bakal mendampingi Taufan Pawe, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar serentak 2018 mendatang, belum pernah dibahas di internal partai Golkar.

“Kami di DPD II, menunggu petunjuk organisasi dari pusat, termasuk perhitungan hasil resmi dari lembaga survei yang kami (Golkar) gunakan,” terang politisi senior Golkar ini, saat menggelar konfrensi pers di Warkop Kopi Paste, Jl Andi Mappatola Kota Parepare, Rabu (1/11) sore.

Ketua DPRD Parepare ini menegaskan, mengenai figur pendamping TP di Pilkada nanti, akan diusulkan dua atau tiga nama ke DPP Partai Golkar oleh Calon Walikota Petahana (Taufan Pawe).

“Tentunya pak Taufan mempertimbangkan dengan matang siapa nanti yang dipilih sebagai pendampingnya untuk beliau (Taufan Pawe) usulkan ke DPP Golkar. Semua terbuka, bisa saja dari kader partai politik, birokrat, akademisi ataupun pengusaha,” jelas Kahar.

Kahar pun menyayangkan mengenai pemberitaan bahwa figur birokrat yang saat ini menjabat Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare, Nasarong disebut sebagai figur yang cocok dan lebih pantas mendampingi Taufan Pawe, sehingga muncul istilah TP-NAS (Taufan Pawe-Nasarong).

“Cocok atau pantas tidaknya figur pendamping Taufan Pawe di Pilkada mendatang, tentunya harus melalui beberapa tahapan mekanisme yang telah diatur di internal partai Golkar. Seperti terlebih dahulu melalui survei lembaga resmi dan dikonekkan dengan akademisi. Indikatornya apa, margin erornya berapa, masyarakat mana sebagai sampel yang disurvei dan harus melibatkan lembaga survei resmi. Kalau tidak melalui tahapan itu, bisa dikatakan hanya asumsi,” urai Kahar.

Dia menambahkan, jika memang ada figur dari birokrat yang serius akan maju mendampingi pak Taufan, kenapa tidak dibicarakan langsung dengan pak Taufan? “Kala hanya bilang siap jika diminta oleh pimpinan, itu bukan pernyataan sikap secara resmi,” pungkasnya. (ardi)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *