banner 728x250

Tutup Jalan, Pos Perusahaan Sawit Dikepung Warga Bersenjata Parang dan Samurai

banner 120x600
banner 468x60

Laporan : Tomy . Editor     : Agustin Effendy

PASANGKAYU, CyberPare.com  – Ratusan masyarakat Dusun Kapohu, Desa Kasano Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mendatangi Pos Penjagaan Palang Afdeling Baribi dan Agri Selatan yang ditutup pihak PT. Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL).

Kedatangan masyarakat yang bersenjatakan parang panjang serta samurai di pos penjagaan, sempat memicu adu mulut dan bersitegang dengan beberapa orang yang di duga preman bayaran perusahan.

Beruntung, pihak kepolisian dari Polsek Baras bersama kepala Desa Kasano, Munawir berada dilokasi, sehingga percecokan tidak mengakibatkan tindakan kriminal.

Dengan nada kesal, Ketua Kelompok Tani Pola Moto 1, Jabir  kepada Media mengatakan, Kedatangan kami hanya ingin menanyakan kepada pihak perusahaan, kenapa akses jalan Afdeling Baribi dan Agri Selatan di tutup.
Hal ini sama saja, sengaja membuat kami kelaparan karena aktivitas kami di areal perkebunan, tidak berjalan normal, kesalnya.

“Kami minta kepada pihak perusahaan, kalau hal ini terus berlangsung, maka dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan aksi balasan dengan menutup akses jalan Kapohu, tempat perusahaan memuat CPO (Crude Palm Oil)“tegasnya.

Kapolsek Baras AKP Yohanis Hakim menuturkan, untuk mengantisipasi terjadinya bentrok, kami dari kepolisian, telah menurunkan personil untuk mengawal aksi tersebut.

“Saat ini, untuk kesepakatan awal, akses jalan sudah kembali di buka dan selanjutnya, kedua belah pihak melalui perwakilannya masing – masing akan melakukan pertemuan, guna mencari solusi terbaik dari persoalan tersebut, agar tidak terjadi hal seperti ini lagi, “terangnya.

Kepala Desa Kasano, Munawir menjelaskan, ia akan terus mengawal masyarakatnya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Dalam hal ini, saya sangat berharap kepada Pemerintah Daerah, agar memantau kembali persoalan lama, yang belum ada ujung penyelesaiannya, sehingga konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan dapat sesegera mungkin diselesaikan dengan baik,” harapnya.(*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *