banner 728x250

Uji Kompetensi BNSP Dimulai, BLK Parepare Siapkan Tenaga Kerja Kompeten

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE— Balai Latihan Kerja (BLK) Parepare memasuki tahap akhir pelatihan bagi peserta angkatan keempat atau Batch 4 tahun 2026. Sebanyak tujuh bidang pelatihan kini menjalani Uji Kompetensi (UJK) yang menjadi bagian penting dalam proses penilaian kompetensi peserta.

Uji kompetensi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pekan ini hingga pekan depan. Tujuh bidang yang mengikuti tahapan tersebut meliputi Computer Assistant (COA), listrik, menjahit, desain grafis, pendingin udara atau air conditioner (AC), pengelasan, serta otomotif sepeda motor sistem injeksi.

Pelaksanaan UJK menjadi tahap untuk mengukur kemampuan peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan. Penilaian dilakukan berdasarkan bukti kompetensi yang diperlihatkan peserta sesuai bidang keahlian masing-masing.

Salah seorang asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BPVP Pangkep, Awal R. Afandi, mengatakan pelatihan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program itu diarahkan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya para pencari kerja di Parepare dan sekitarnya.

Menurut Afandi, salah satu bidang yang menjadi fokus pelatihan adalah servis sepeda motor dengan sistem injeksi bahan bakar. Setelah mengikuti pelatihan dan menjalani penilaian kompetensi, peserta diharapkan memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja, bekerja di sektor industri, membuka usaha secara mandiri, maupun mengambil pekerjaan secara lepas.

“Setelah menyelesaikan pelatihan dan penilaian kompetensi, peserta diharapkan siap memasuki dunia kerja, baik bekerja di industri, membuka usaha mandiri maupun bekerja secara lepas,” ujar Afandi saat ditemui di sela pelaksanaan uji kompetensi di ruang workshop otomotif motor injeksi.

Ia menjelaskan, sarana dan prasarana yang tersedia dalam pelatihan dinilai dapat menunjang peserta untuk mengembangkan keterampilan, termasuk menjadi modal awal apabila peserta ingin membuka bengkel sederhana secara mandiri.

Dalam proses sertifikasi, asesor berfokus pada pengumpulan dan penilaian bukti kompetensi peserta. Adapun aspek teknis terkait sarana dan peralatan pelatihan berada di luar fokus utama tugas asesor.

Program pelatihan juga diarahkan agar tetap mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Penyelenggara melakukan penyesuaian bidang pelatihan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan kompetensi yang diperlukan industri.

Kepala dan jajaran penyelenggara pelatihan juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti program pelatihan pada periode berikutnya. Informasi mengenai program pelatihan dapat dipantau melalui kanal informasi resmi penyelenggara, termasuk media sosial.

Pelatihan tersebut diberikan secara gratis kepada peserta. Selain mendapatkan pembelajaran dan praktik sesuai bidang keahlian, peserta juga memperoleh uang saku atau tunjangan harian selama mengikuti pelatihan sesuai ketentuan program.

Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada sertifikat kompetensi, tetapi dapat menjadi bekal nyata bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Sementara itu, instruktur sekaligus asesor BLK bidang otomotif motor injeksi, Anas mengatakan “evaluasi akan dilakukan terhadap pelaksanaan pelatihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas program pada angkatan berikutnya.

“Ke depannya tentu akan dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program pelatihan,” kata Anas.

Menurut dia, secara umum kemampuan peserta pelatihan otomotif Batch 4 berada pada kategori baik. Namun, hasil ujian kompetensi menunjukkan masih terdapat satu peserta yang belum memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan.

Anas menyebut aspek disiplin dan sikap menjadi salah satu perhatian yang perlu diperkuat dalam pelatihan mendatang. Menurutnya, pembentukan sikap dan kedisiplinan membutuhkan proses sehingga tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran teknis.

“Bidang utama yang perlu diperbaiki adalah disiplin dan sikap. Pengembangan sikap membutuhkan waktu. Selama pelatihan yang berlangsung sekitar satu bulan, berbagai upaya dilakukan untuk membentuk dan memperbaiki sikap peserta,” ujarnya.

Evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan Batch 6 dan angkatan-angkatan berikutnya. Selain penguatan disiplin dan sikap, program juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

BLK Parepare mengajak masyarakat, termasuk generasi muda laki-laki dan perempuan, memanfaatkan kesempatan pelatihan keterampilan sebagai salah satu jalan meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja.

Pelatihan berbasis kompetensi tidak sekadar menjadi ruang untuk mempelajari keterampilan teknis. Lebih jauh, program tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi peserta untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha, serta menciptakan kemandirian ekonomi.

Di tengah tuntutan dunia kerja yang terus berubah, keterampilan yang relevan menjadi modal penting. Karena itu, evaluasi dan peningkatan kualitas pelatihan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya memastikan setiap peserta benar-benar memiliki kompetensi yang dapat diterapkan setelah meninggalkan ruang pelatihan.

 

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *