Unjuk Rasa Mahasiswa IAIN Palopo Berakhir Ricuh

PALOPO, Cyberpare.com — Aksi unjuk rasa mahasiswa IAIN Kota Palopo, Selasa Siang, (13/3/2018) mendesak pihak kampus Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo mendunda wisuda yang rencananya digelar 23 Maret mendatang. Aksi Mahasiswa berakhir ricuh saat, ratusan mahasiswa bentrok dengan salah satu oknum satpam, yang sempat mengancam pendemo dengan sebilah badik.

Kejadian bermula pada saat pihak kemanan kampus memaksa untuk memadamkan api dari ban yang dibakar dan sempat dihalau mahasiswa  hingga menyulut emosi dari keduanya dan terjadi aksi saling kejar kejaran.

Presiden BEM IAIN Fikram Kasim selanjutnya akan membawa persoalan kasus pengancaman ini ke pidana dan mendesak Rektor untuk segera memecat oknum security yang dianggap sudah menciderai Kampus

“Saya akan laporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian dan mendesak rektor untuk segera mencopotnya” Tegas Fikram

Lanjut Fikram, bahwa aksi dilakukan menuntut pihak kampus segera memberhentikan seluruh pejabat kampus yang melanggar Pasal 42 (D) tentang persyaratan pengangkatan calon dekan Pasal 53 (D) tentang persyaratan pengangkatan calon ketua lembaga

“Kami mendesak rektor untuk segera mencopot seluruh pejabat yang melanggar aturan tersebut, masih banya yang memegang jebatan dengan tidak berdasarkan gelarnya” ucapnya.

Selain itu dirinya juga mendesak agar pihak kampus untuk turun dari jabatannya karena dianggap gagal menyelesaiakan masalah status akreditas kampus IAIN yang sampai saat ini masih tercatat sebagai sebagai STAIN di pusat

“Ini dianggap pembodohan publik, karena sampai saat ini status kampus di pusat masih tercatat sebagai STAIN bukan IAIN, masalah ini akan berpengaruh dengan keberlangsungan alumni yang menggunakan ijazah namun tidak tercatat , dan ini berpengaruh, bayangkan saja alumni dengan menggunakan ijazah nyatanya tidak terdaftar”ujarnya.

Rektor IAIN Abd Pirol mengaku sudah memproses seluruh ketentutan terkait status akreditasi kampus salah satunya dengan mendatangkan pihak BAN-PT untuk melakukan visitasi beberapa waktu lalu, dan kini sisa menunggu hasil dari pengalihan nama dari STAIN ke IAIN

“Saat ini kami sisa menunggu hasil dari pusat untuk hasilnya” Jelas Pirol

Lebih jauh, untuk masalah pengangkatan calon dekan dan ketua lembaga yang diduga melanggar, dirinya mengaku bahwa pejabat yang memegang jabatan tersebut sudah jauh lebih dulu menjabat sebelum dikeluarkannya aturan Statuta tersebut

“Mereka sudah menjabat sejak Maret 2015 dan aturan Statuta baru dikeluarkan pada 2017” Paparnya

Untuk penyelesaiannya, para pejabat yang diduga melanggar aturan, Pirol mengaku sudah beberapa dari pejabat tersebut sementara melakukan proses pengambilan gelar doktor

“Beberapa dari mereka sementara proses pengambilan gelar doktor sebagai salah satu syaratnya” katanya.(Amran / Effendy)

Mungkin Anda juga menyukai

Lewat ke baris perkakas