banner 728x250

Wakil Ketua I DPRD Parepare Sebut Dana Pengcab PSSI Wajar Jadi Perhatian KONI

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.Com — Wakil Ketua I DPRD Kota Parepare, Rahmat Sjamsu Alam, meminta kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Parepare, agar selektif dalam menyalurkan dana hibah kepada Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga se Kota Parepare.

Rahmat menyebut, salah satu cabang olahraga (cabor) yang butuh biaya lebih besar dari cabor lainnya adalah sepak bola.

Salah satu pertimbangannya, kata dia, karena sepak bola merupakan olah raga rakyat yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, hingga orang tua, baik pekerja swasta maupun pejabat negara.

“Biaya tim sepak bola hingga pelaksanaan kegiatannya mahal. Dari segi jumlah penonton pun sangat jauh berbeda dengan olahraga lainnya, bayangkan saja kalau penonton yang terhibur bisa sampai puluhan ribu sedang yang lain paling puluhan atau ratusan penonton saja. Jadi wajarlah kalau PSSI menjadi perhatian,” urai Rahmat, Senin (5/2/2018).

Mantan atlet sepak bola yang pernah memperkuat Persipare Parepare ini menuturkan, pembiayaan Program PSSI di seluruh Indonesia, bahkan di pusat jauh lebih besar dari cabang olahraga lainnya.

Dihubungi sebelumnya, Ketua KONI Kota Parepare, Parman Parid, menegaskan pihaknya memang harus selektif dalam menyalurkan danah hibah olahraga. Untuk menilai Proposal Pengcab yang masuk di LPJ tahun sebelumnya, KONI Parepare telah membentuk Tim Rasionalisasi.

“Iya memang harus selektif, makanya KONI bentuk Tim Rasionalisasi untuk menilai Proposal Pengcab yang masuk di LPJ tahun sebelumnya. Biaya Pengcab PSSI lebih besar dari anggaran semua Pengcab di Parepare karena biaya sepak bola memang besar,” tegasnya.

Dana hibah saat ini untuk Pengcab PSSI sebesar Rp 250 juta tuai kritikan sejumlah pemerhati olahraga di Parepare karena dinilai tidak sebanding dengan prestasi sepak bola Parepare.

Namun demikian, Parman menyebutkan, nilai itu justru berkurang dibanding dana hibah Pengcab PSSI era Basrah Hafid selaku Walikota.

“Dana sepak bola yang sekarang malah berkurang dibanding jamannya pak Basrah Hafid selaku Walikota. Alasannya, banyak pertandingan wajib untuk sepak bola namun PSSI Parepare tidak mengikuti,” tutup Parman. (*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *