CYBERPARE.COM,PAREPARE- Walikota Parepare memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang digelar khidmat di Lapangan Binalipu, Kota Parepare. Upacara diikuti unsur Forkopimda, ASN, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan perwakilan instansi vertikal.
Dalam amanatnya, Walikota menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremonial tahunan. Momentum 20 Mei menjadi pengingat sejarah kebangkitan kesadaran bangsa untuk bersatu melawan penjajahan melalui organisasi Boedi Oetomo pada 1908. Semangat itu dinilai masih relevan untuk menghadapi tantangan zaman saat ini.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat persatuan, memperkuat kualitas generasi muda, serta membangun kemandirian bangsa di tengah tantangan era digital. Menurutnya, persatuan adalah modal utama agar pembangunan di Kota Parepare bisa berjalan selaras dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.
Ia juga menyoroti peran generasi muda sebagai agen perubahan. Walikota mengajak pelajar dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi secara positif, dan menghindari informasi yang memecah belah. Kemandirian bangsa, lanjutnya, dimulai dari kemandirian berpikir dan berkarya di tingkat individu dan daerah.
Upacara berlangsung tertib dan lancar. Peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan UUD 1945, hingga pembacaan doa untuk kemajuan bangsa.
Setelah upacara, Walikota bersama unsur Forkopimda menyapa para peserta dan menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat pendidikan, digitalisasi pelayanan publik, serta penguatan UMKM lokal sebagai pilar kemandirian ekonomi.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Parepare diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama membangun kota yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.(*)


















