banner 728x250

Miris, Potret Kemiskinan di Kota Bertagline Peduli

banner 120x600
banner 468x60

Editor : Ardiansyah

PAREPARE, Cyberpare.Com — Isabi (65), janda tua warga Kelurahan Lemoe Kecamaran Bacukiki Kota Parepare mesti bersabar tinggal di rumahnya yang sudah lapuk. Meski tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni, Isabi tak kunjung mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota yang bertagline Peduli.

Kondisi Isabi yang sangat memprihatinkan, menambah panjang daftar potret kemiskinan di Kota Peduli. Kondisi itu diperparah karena janda tua ini juga sudah mulai rabun dan tuli.

Selain kondisi kayu rumah yang sudah pada lapuk, atap rumah Isabi juga bocor dan berkarat. Bahkan dapur rumahnya sempat runtuh beberapa waktu lalu.

“Dapurnya runtuh saat saya sedang masak. Kepala saya robek. Untungnya tidak ada api,” tutur Isabi lirih, Selasa (24/10/2017).

Isabi sebenarnya adalah istri purnawirawan TNI. Gaji pensiun almarhum suaminya ia terima Rp 500 ribu per bulan. Namun tingginya biaya hidup, membuat uang pensiunan itu tak cukup. Apalagi, Isabi ternyata bukan penerima raskin karena berstatus istri purnawirawan.

“Padahal uang segitu mana cukup untuk hidup disini. Apalagi saya sudah tidak bisa kerja,” kata Isabi.

Isabi kini hanya berharap kepedulian pemerintah daerah untuk membantu memperbaiki rumahnya.

Lurah Lemoe Mallawa, mengaku tidak bisa berbuat banyak. Terbatasnya ketersediaan anggaran lagi-lagi menjadi alasan klasik pihak pemerintah setempat. Apalagi runtuhnya rumah Isabi bukan karena bencana alam. “Kalau bencana alam bisa saja ada anggarannya. Tapi ini kan bukan,” kilah Mallawa.

Soal raskin, dia membenarkan bahwa Isabi tidak termasuk penerima raskin. Sementara itu Camat Bacukiki Iskandar Nusu saat dihubungi, mengaku telah memerintahkan lurah untuk mengecek kembali kondisi Isabi. (*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *