banner 728x250
BERITA  

Remaja Pembunuh Berencana dan Rapuhnya Ketahanan Keluarga

banner 120x600
banner 468x60


Oleh: Evi Desi Said, S.Pd/Pemerhati Sosial)

CYBERPARE.COM, PAREPARE, –NF adalah seoarang remaja perempuan berusia 15 tahun mengaku telah membunuh bocah perempuan berusia 5 tahun d rumahnya di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Pelaku menyerahkan diri setelah membunuh bocah perempuan berusia 6 tahun yang merupakan teman bermain adik kandungnya. Dan mayat korban disembunyikan di dalam lemari pakaiannya.

Bahkan setelah melakukan perbuatan keji itu, remaja perempuan itu masih melakukan aktivitas seperti biasanya. Dan pebuatan keji itu dilakukan dengan berencana dan penuh kesadaranPun setelah melakukan perbuatan sadis tersebut, dia mengaku sangat puas dan tidak menyesal sama sekali (kompas.tv 7/3/2020).

NF adalah siswa berprestasi di sekolah, bukan hanya di bidang akademik, namun juga di bidang olahraga. Beberapa kali sudah mendapatkan kejuaraan tenis meja. Namun di lingkungan rumah, NF dikenal sebagai gadis pendiam yang jarang bergaul dengan tetangga, NF lebih memilih bermain didalam rumah ketimbang bergaul dengan anak-anak sebayanya di sekitar rumahnya (tribun-medan.com 7/3/2020). 

Polisi mendatangi rumah NF dan menemukan mayat bocah korban di dalam lemari. Public langsung dikejutkan dan terhenyak menyimak kejadian ini, dimana NF dikenal sebagai remaja yang baik dan berprestasi.

Ternyata NF terinspirasi dari film horror. Remaja SMP ini juga sangat menyukai Slender Man dan Chucky.

Kasus NF membuka mata kita memberikan gambaran bahwa para remaja sedang bermasalah.

Di era digital seperti hari ini, para remaja terserang tayangan sampah yang tidak mendidik yang dipertontonkan dimana saja, bukan saja hanya di tv tetapi lebih mudah lagi dalam mengaksesnya dengan menggunakan youtube dan aplikasi-aplikasi tontonan lain yang tersedia secara gratis dan tanpa filter apapun.

Sadisme yang dipertontonkan secara bebas seolah tidak ada pengawas tayangan di negeri ini. cerita tentang sadisme juga bertebaran dengan bebas di facebook dan wattpad.

Seringkali tanpa penjelasan bahwa yan dilakukan pelaku adalah hal buruk. Screening pembaca dan tontonan hanya dilakukan dengan memberi label D (dewasa) dan 18+. Kemajuan teknologi dimanfaatkan kapitalisme barat untuk mendulng keuntungan dari tayangan kekerasan, tontonan itu telah menjadi tuntunan.

Kejadian ini tentu bukan sepenuhnya kesalahan NF. Latar belakang keluarga yang kurang harmonis, kedua orang tua yang sibuk mencari nafkah sangat jarang tinggal dirumah untuk sekedar memperhatikan anaknya apalagi dalam mengawasi anaknya dalam pemilihan tontonan yang berfaedah. Kemungkinan faktor internal ini yng berdampak besar pada perkembangan jiwa sang anak.

Peristiwa ini membuktikan bahwa ketahanan keluarga di negeri +62 sangat rapuh. Banyak suami istri cerai dengan mengabaikan kondisi anak. Kadang hidup satu atap, namun komunikasi tidak terbangun dengan baik. Bahkan negara juga abai. Para penguasa sibuk mengundang investor dan tidak peduli nasib generasi.

Inilah potret relasi yang terjadi pada sistem kapitalis liberal yang terjadi hari ini. sungguh problem ini prlu segera diselesaikan.

Solusi dari masalah ini tidak bisa jika hanya ditangani secara parsial saja misalnya hanya diserahkan kepada psikolog, polisi atau bahkan orang tua pelaku.

Namun maslah ini membutuhkan solusi integral-sistemis yaitu dimulai dari mengubah asa kehidupan dari sekuler-liberal, dimana agama hanya dimaknai sebagai aktivitas ritual saja. Pun dengan manusia, hanya berpikir dan bertindak berdasarkan otak dan informasi yang diterimanya.

Ketika penuh degan tayangan sadism misalnya, tindakan pun mengikutinya. Maka akidah Islamlah yang harus dijadikan asas berpikir dan bertindak sehingga bisa menilai sebuah tayangan, apakah baik atau buruk sesuai dengan aturan syariat.

Keluarga dikembalikan posisinya sesuai dengan tatanan syariat Islam, bahwa keluarga adalah kepemimpinan terkecil.

Ayah bertanggung jawab atas amanah sebagai pemimpin (qawam), ibu sebagai penagatur rumah tangga dan bertangungjawab atas posisinya sebagai ibu, dan anak bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan juga wajib taat kepada kedua oaring tua (selama tidak maksiat).

Rumah menjadi tempat berkumpul yang dirindukan dan menjadi tempat paling nyaman setelah melakukan aktivitas diluar, Itu semua bisa terwujud melalui pelaksanaan syariat Islam secara Kaffah dalam keluarga.

Dari sisi negara, maka negara akan turur memperhatikan relasi keluarga, sudahkah terwujud sakinah ataukah belum.

Negara akan memfasilitasi para anggota keluarga yang konflik untuk dinasihati, dimediasi, dan dihibur. Selain itu, negara akan menjamin seluruh aspek kehidupan rakyatnya.

Jadi pemerintah akan bertanggungjawab penuh kepada seluru aspek kehidupan rakyatnya tanpa terkecuali.

Dan semua ini akan terlaksana hanya dengan penerapan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Islamiyah. Waallahu’alam.

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *