Tidak Seiring Ekonomi Kerakyatan, Pembagunan Parepare Dianggap Sia Sia

 

Penulis : Hasan Jibran

PAREPARE – Pembangunan infrastruktur yang saat ini gencar dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bisa mendongkrak perekonomian warga setempat.

Sekarang ini yang kita lihat sejak kepemimpinan Taufan Pawe infrastruktur dibidang pembangunan berkembang pesat baik fisik maupun pengadaan lampu lampu yang bertebaran. Kota ini menjadi Indah, juga membuat kota ini terasa hidup terang benderang bermandikan cahaya, tidak salah jika kota parepare bertagline Kota Peduli

Namun sungguh diluar dugaan ternyata pembangunan itu hanya merupakan aksesoris kota saja. Pembangunan dianggap tidak menguntungkan warga dikarenakan tidak seiringnya antara pembangunan dan ekonomi warga

Saya Hasan Jibran, Ketùa Forum LSM Komunikasi Hukum Kota Parepare ini menilai daya beli masyarakat menurun akibat lesunya perputaran keuangan yang berdampak pada masyarakat khususnya berekonomi sedang.

Sebelum membangun seharusnya kepala daerah terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi apakah pembangunan yang akan dibangun itu berdampak kepada masyarakat secara ekonomis.

Jika pembangunan tidak seiring dengan lajunya perkembangan ekonomi kemasyarakatan maka pemerintahan Taufan Pawe dianggap gagal karena pembangunan fisik yang dibangun seperti toilet yang menghabiskan anggaran sebesar Rp.1,3 miliar dari segi ekonomi sama sekali tidak bersentuhan dengan masyarakat (*)

Mungkin Anda juga menyukai

Lewat ke baris perkakas